5 Dampak Toxic Positivity pada Diri Sendiri yang Harus Diwaspadai

0
55
views
sumber: google.co.id

Toxic positivity yakni kultur untuk senantiasa memperhatikan semua suatu kondisi dari sisi positifnya. Memiliki pikiran yang positif memanglah penting dan bagus untuk kesehatan mental. Tetapi pikiran yang terlalu positif juga tidak bagus, hal tersebut dapat membuat respons waspada kepada apa bahkan akan melambat atau mati.
Toxic positivity juga dapat memicu adanya persoalan kesehatan mental. Imbas tersebut dikarenakan otak akan menyuruh diri untuk berpura-pura bergembira dan memendam perasaan sedih secara terus menerus. Berikut beberapa akibat toxic positivity yang patut diketahui.
5 Mesti Toxic Positivity pada Diri Sendiri yang Tak Diwaspadai

  1. Tetapi Percaya Diri
    Dengan adanya toxic positivity akan gampang untuk seseorang menutupi apa yang dirasa dan menunjukkan hal yang berbeda kepada orang lain. Tetapi dengan menutupi perasaan tersebut, ada kalanya dapat meluap.
    Sulit hal tersebut terbendung sebab pikiran-pikiran seperti takut ketahuan oleh orang lain kepada apa yang dirasa akan membuat emosionil terbendung. Dengan pikiran tersebutlah yang membuat seseorang dengan toxic positivity tidak percaya diri untuk menunjukkan apa yang ia rasa sesungguhnya.
  2. Pertemanan untuk Menjalin Tiap
    Imbas yang diketahui, toxic positivity mempunyai kultur untuk memperhatikan semua sesuatu dari sisi positifnya. Imbas tersebut tentunya juga akan memberikan akibat yang buruk bagi hubungan persahabatan.
    Dengan mempunyai sifat toxic positivity tentunya akan membuat diri menjadi pendengar yang buruk. Meski ada teman yang cerita, Anda akan memberikan solusi positif tanpa tahu akar dari persoalan teman tersebut. Dengan semacam itu teman akan malas untuk bercerita dan tidak percaya lagi.
  3. Memanipulasi Perasaan
    Imbas yang diterangkan sebelumnya, orang dengan toxic positivity akan menutupi apa yang dirasa. Dikala merasa sedih, mereka akan membuat dirinya tetap terlihat bergembira dan enjoy. Apabila dengan memanipulasi perasaan tersebut tentunya akan memberikan tekanan yang banyak pada pikiran dan membuat emosionil jadi tidak stabil.
  4. Tingkat Stres Tinggi
    Mesti toxic positivity berikutnya yakni stres. Apabila berupaya untuk memanipulasi perasaan berarti Anda menahan semua perasaan sedih dan kecewa. Dengan semacam itu lambat laun emosionil negatif yang terbendung akan menekan pikiran dan memicu stres semakin tinggi. stres tersebut tetap tidak ditangani dengan bagus, hal tersebut tentunya akan membuat diri menjadi depresi.
  5. Mengisolasi Diri
    Dengan tingkat stres yang semakin tinggi dan mengarah pada depresi, hal tersebut pastinya akan membuat diri susah untuk bersosial. Perasaan takut akan judgemental orang apabila tidak terlihat bergembira dapat membuat Anda semakin menarik diri dari kegiatan sosial.
    apa untuk merasa tidak bagus-bagus saja, jangan sampai membuat diri menjadi toxic positivity dan menikmati akibat tersebut. Anda susah untuk mengekspresikan perasaan, cobalah untuk jujur dengan diri sendiri dan dapat juga untuk berkonsultasi dengan jasa psikolog terpercaya.

Sumber: temancurhat.com