Angka Bunga yang Rendah Dorong Bisnis Properti

0
108
views
Angka Bunga yang Rendah Dorong Bisnis Properti
sumber: google.co.id

Jakarta – Di awal tahun 2018 ini nampaknya sektor perbankan semakin gencar dalam memberikan angka bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang rendah demi mendorong masyarakat agar tertarik membeli rumah. Dengan bunga yang rendah diharapkan bisa mendorong pembelian perumahan di Cibubur, Bekasi, Tangerang, dan seluruh daerah di Indonesia. Tingkat pembelian rumah dianggap masih cenderung landai akibat adanya daya beli masyarakat yang rendah.

Salah satu bank yang menyalurkan KPR dengan bunga yang tak terlalu tinggi misalnya Bank Mandiri. Perbankan yang masuk golongan pelat merah tersebut menawarkan angka bunga KPR fixed/ tetap sebesar 5,5 persen selama 2 tahun pertama dilanjutkan 6,55 persen bunga tetap selama 3 tahun setelahnya.

Sementara itu, bagi pembelian rumah dari pengembang rekanan, maka tersedia subsidi bunga fixed sebesar 3,55 persen untuk 2 tahun pertama yang kemudian bisa dilanjutkan 6,55 persen 3 tahun setelahnya. Selain itu, rupanya tidak hanya bank Mandiri, BCA juga menawarkan KPR dengan bunga fixed sebesar 5,61 persen untuk 2 tahun pertama dan 6,61 persen bunga capping di 3 tahun berikutnya.

Harry Gale, Senior Vice President Consumer Loan dari Bank Mandiri menjelaskan bahwa bisnis kredit kepemilikan rumah ini selalu menarik di sektor perbankan. Sayangnya, ada tantangan yang harus dihadapi di sektor properti berupa target market generasi milenial yang mendominasi total populasi yang ada. Tidak tanggung-tanggung golongan ini mencapai 33 persen sendiri dari total 255 juta penduduk di Indonesia.

“Sebab, harga tanah jauh sekali naiknya. Tidak secepat kenaikan gaji. Jadi, harus niat benar-benar didisiplinkan keuangannya supaya bisa mencicil uang muka. Selanjutnya, baru dipikirkan angsurannya,” kata Harry.

Generasi milenial dianggap sebagai sebuah tantangan sebab selain masalah upah, gaya hidup bagi generasi tersebut dirasa boros sehingga kemampuan beli hunian menjadi menurun. Bahkan di kota-kota yang besar seperti perumahan di Tangerang, Bekasi, dan sekitarnya, rata-rata generasi milenial baru bisa membeli hunian berupa rumah tapak yang letaknya di pinggiran kota. Selain itu, ada juga yang membeli hunian dalam bentuk apartemen namun dengan ukuran kecil dan berharga terjangkau.

Dari situlah alasan kenapa bank diharapkan dapat mendorong pembelian rumah dengan cara memberikan suku bunga kredit yang ringan.  Sampai dengan akhir tahun 2017, Bank Mandiri sendiri sudah menyalurkan bantuan dana kredit yang mencapai Rp 39,7 triliun. Angka tersebut sudah naik sebesar 11 persen. Di tahun 2018 ini, bank yang sama juga menargetkan adanya tingkat pertumbuhan KPR mencapai 15 persen.

Sementara itu menurut Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur Bank BCA, mengatakan bahwa perbankan telah cukup agresif dalam menyalurkan KPR berbunga murah kepada para nasabah. Menurutnya di tahun baru ini yang menjadi tantangan ialah kenaikan harga rumah, daya beli masyarakat, serta tak adanya aturan makroprudensial dari BI bagi kredit konsumsi.

Diharapkan meski ada banyak tantangan tersebut, masyarakat dapat tetap tertarik dalam membeli perumahan di Bekasi, Cikarang, Jakarta, dan di berbagai daerah di tanah air.