Fungsi dan Sistem Kerja Intercooler Mesin Induk di Kapal

0
145
views
sumber: google.co.id

Pendingin perantara dari mesin ibu adalah komponen yang harus ada di dalam tubuh kapal. Fungsinya sangat penting, terutama seperti pendingin di dalamnya. Udara intercooler ini juga berfungsi sebagai pembakaran pada mesin untuk energi yang mampu menggerakkan kapal.
Fungsi dan sistem kerja intercooler induk

  1. Fungsi udara dengan suhu tinggi
    Udara dengan tinggi suhu tertentu ternyata memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:
    • Udara yang memiliki suhu tinggi di dalam mesin atau ruang pembakaran ternyata dapat membuat wabah awal yang signifikan. Ini tentu kurang efektif jika digunakan karena pembakaran sebenarnya terjadi ketika belum diperlukan.
    • Selama ini jika suhu udara yang ada meningkatkan jumlah molekul yang dapat memasuki ruang bakar. Ini membuat daya kemudian diproduksi sedikit atau kecil. Sehingga keteraturan suhu memang merupakan efek yang signifikan.
  2. Kenali Sistem Kerja Intercooler
    Intercooler terkait erat dengan mesin induk kapal. Memiliki dua sistem kerja dengan karakteristik yang berbeda, yaitu:
    • Sistem Konduksi
    Sistem pertama ini memungkinkan perpindahan panas yang terjadi melalui zat perantara, tetapi apa yang membuatnya berbeda sesuai dengan zat menengah yang mereka gunakan jangan bergerak. Dalam hal ini, niatnya adalah pipa intercooler sementara energinya adalah energi termal yang dihasilkan.
    Pipa intercooler hanya akan bergabung dengan tugas sebagai jalan atau panas menengah ke tujuannya. Kemudian, udara akan menjalani proses pendinginan di ruang mesin menggunakan asupan Velve.
    • Sistem konveksi
    Meskipun sistem kedua ini memungkinkan transfer energi termal yang terjadi pada perantara diikuti oleh transfer perantara itu sendiri. Zat-zat perantara yang digunakan dalam sistem ini adalah media pendingin di mana mereka akan bergabung dengan energi termal mereka.
    Energi termal yang dihasilkan dari pipa intercooler kemudian mengalami metode turboCommantier hot air penyerapan akan dikirimkan dengan media pendingin (zat menengah). Transfer energi dalam sistem ini menggunakan perbedaan suhu yang terjadi dalam proses.
  3. Jenis pendingin menengah
    Sementara itu, ternyata pendingin menengah juga memiliki dua jenis perbedaan karakteristik yang harus diketahui sebelum diterapkan pada pelaut lowker. Kedua jenisnya adalah:
    • udara menengah ke air
    Tipe pertama sesuai dengan namanya menggunakan pemegang air ke udara panas yang dingin. Air memiliki proses pemompaan melalui pipa intercooler dan menyerap panas yang ada. Baru kemudian dirilis oleh selang Intercooler.
    • udara udara menengah
    Tidak termasuk media lain selain udara adalah karakteristik perantara ini. Gunakan pemegang kipas untuk mendinginkan panas yang terjadi dalam proses. Ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan pendingin perantara dari mesin induk yang perlu diketahui.

Sumber: jobpelaut.com