Prosedur dan Upaya Mencegah Pencemaran Laut

0
123
views
sumber: google.co.id

Mencegah pencemaran laut adalah hal yang paling penting dikerjakan oleh para penumpang awak kapal. Pencemaran dari kapal adalah kerusakan yang terjadi di laut dampak tumpah dan keluarnya bahan. Contohnya seperti minyak, kotoran, dan sampah dari kapal.
Inilah prosedur dan upaya mencegah pencemaran laut
Pencegahan pencemaran laut ini harus dikerjakan oleh nakhoda dan kesadaran dari awal kapal sendiri. Berdasarkan dari ISM-Code bahwa kapal harus menjaga keselamatan lingkungan. Tujuannya supaya lingkungan tak tercemar dengan cara mencontoh beberapa prosedur.
Berikut adalah prosedur-prosedur cara mencegah pencemaran laut:

  1. Sampah
    Berdasarkan ketentuan yang sudah ditetapi oleh cara manajemen keselamatan sekiranya sampah dan limbah di kapal harus dikelola. Caranya adalah dengan memilah sampah-sampah tersebut. Contohnya sampah kering, sampah basah, dan sampah berminyak.
    Pun ragam-ragam sampah yang mau dibuang ke laut juga harus dilihat. Contohnya dalam bentuk apa dan seberapa jauh jarak pembuangan dari pantai. Intinya prosedur pembuangan sampah ini harus mencontoh prosedur Annex V Marpol.
    Salah satu sampah yang tak boleh dibuang ke laut adalah plastik. Seandainya mau dibuang, sampah plastik harus disimpan dan diserahkan ke penerima di darat nantinya. Pun harus dibakar terutamanya dulu, dan barulah abunya bisa dibuang.
    Tak cuma itu, semua kesibukan pembuangan dan pengelolaan sampah yang terjadi di atas kapal harus dicatat ke dalam buku Record Book. Anda harus tahu isu penting ini sebelum mengajukan lamaran di lowker pelaut.
  2. Kotoran
    Untuk prosedur pembuangan kotoran di atas kapal harus mencontoh prosedur Annex IV Marpol. Prosedur tersebut berisi sekiranya selama kapal di pelabuhan, limbah akan dikumpulkan ke tanki penampung terutamanya dulu. Nantinya limbah dan kotoran yang terkumpul di tangki boleh dibuang dikala kapal sudah berlayar. Dengan aturan minimal 4 mil dari darat.
  3. Minyak
    Got kamar mesin terbukti mengandung minyak. Sehingga pembuangannya cuma diperkenankan sekiranya memenuhi prasyarat dan prosedur Annex 1 Marpol.
    Persyaratannya adalah air got kamar boleh dibuang setelah mencontoh proses oily water separator. Seandainya lolos, nantinya pembuangan harus dikerjakan dengan posisi minimal kapan 12 mil dari pantai.
    Seandainya pembuangan minyak ini tak mencontoh prosedur di atas. Karenanya ekosistem dan biota laut akan terkena dampak langsung. Sehingga ikan-ikan mati, terumbu karang rusak, dan nelayan mengalami rugi besar.
    Terlebih lagi sekiranya minyak akan menyebar, jadinya luas kawasan yang terpapar akan kian melebar. Sehingga kian luas pula lingkungan laut yang tercemar. Tentunya akan kian besar pula kerugian yang dialami oleh nelayan.
    Tumpahan minyak kapal tak cuma disebabkan oleh got kamar. Pun ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan minyak tumpah. Contohnya overflow dikala bungker, selang bungker pecah, dan lambung kapal robek dampak tersangkut di karang.
    Jadi itulah tadi prosedur upaya mencegah pencemaran laut. Berminat menjadi pelaut? Seandainya iya kau bisa mengajukan lamaran di beberapa lowongan yang tersebar di Indonesia.

Sumber: jobpelaut.com